Dampak Tutupnya PT KS, Liah: Presiden Jokowi Tolong Perhatikan Kami

SENDAWAR, Swarakaltim.com – Penghentian sementara kegiatan operasional perusahaan pertambangan batubara milik PT Kedap Sayaaq (KS) disayangkan oleh masyarakat di tiga kampung lingkar tambang.

Warga merasa banyak terdampak, pasca penghentian operasi perusahaan itu oleh Dirjen Gakkum KLHK Rasio Ridho Sani, melalui kunjungan Komisi IV DPR RI ke Bumi Tanaa Purai Ngeriman, Kutai Barat, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (3/9/2022).

Ketua Badan Perwakilan Kampung (BPK) Long Daliq Antonius mengatakan, warga di kampungnya menjadi salah satu yang terdampak. Sejak dihentikannya aktivitas perusahaan oleh Direktorat Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), banyak anak-anak tidak bisa bersekolah.   

Dikatakan, selama ini anak-anak di kampung tersebut pergi sekolah dengan menumpang perahu. Di mana pembiayaan ditanggung oleh perusahaan. 

“Terus terang dampaknya luar biasa. Anak-anak bingung. Kami juga tidak tahu harus bagaimana. Mereka sulit untuk bisa bersekolah. Karena kalau tidak ada perahu, tidak ada alternatif lain. Selama ini, mulai dari pembawa perahu, minyak (BBM) semua ditanggung oleh PT KS. Kalau perusahaan disetop, kita tidak bisa melakukan apa-apa. Karena terus terang kita tidak mampu, kalau tidak ada bantuan dari perusahaan,” bebernya. 

Dirinya pun berharap kepada pihak yang memberhentikan operasional PT KS mempertimbangkan lagi. “Kami sangat berharap dipertimbangkan lagi. Karena bukan hanya perusahaan, masyarakat juga sangat merasakan dampaknya,” kata Antonius. 

Hal senada disampaikan oleh Petinggi Kampung Long Daliq Andreas Liah Galuq. Dia sangat berharap pihak yang menyegel, dalam hal ini Dirjen Gakkum KLHK untuk mempertibangkan lagi. Dan memberikan kejelasan terkait persoalan tersebut.

“Kami atas nama pemerintah desa, kami meminta hati-hati mengambil keputusan. Kami minta juga ada ketegasan. Kalau memang ada kesalahan PT KS di mana kesalahannya. Jangan berlarut larut. Karena terus terang ini dampaknya luar biasa kepada masyarakat,” ungkap Liah. 

Dirinya bahkan memohon kepada Presiden RI Jokowi turut memberikan perhatian kepada nasib masyarakat di sekitar tambang yang terdampak akibat penutupan kegiatan perusahaan tersebut. 

“Terus terang, kami kecewa dengan tindakan ini. Termasuk kepada komisi IV DPR RI yang turut terlibat dalam penutupan tambang ini. Bapak presiden tolong lihat kami masyarakat yang sangat dirugikan. Mohon ada tindakan sesuai aturan dan berpihak kepada masyarakat. Tidak menutup dengan semena-mena, yang memberikan dampak buruk untuk masyarakat,” imbuhnya.

Penulis : Alfian
Editor : Redaksi
Publisher : Rina

Loading