Buka Rakor Pokjanal Posyandu, Kadinkes Ajak Lintas Sektor Bersinergi Perangi Stunting

Loading

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Kepala Dinas Kesehatan Samarinda dr Ismid Kusasih mengajak semua lintas sektor untuk bersinergi dan memperkuat komitmen bersama dalam memerangi kasus stunting dengan menurunkan angka prevalensi di kota Samarinda.

“Pak Wali Kota Dr Andi Harun pada waktu kunjungan tim pusat Kota Layak Anak, mengingatkan kembali agar penanganan kasus stunting harus ekstradionary lebih diperkuat dan dipertajam lagi. Kalau perlu ada rapat tiap minggunya seperti rakor inflasi,” ucap Ismid dalam sambutannya membuka Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Hotel Grand Sawit Samarinda, Selasa (20/6/2023).

Ia mengatakan peranan Posyandu jika benar-benar efektif tingkat keaktifannya di masyarakat akan memberikan dukungan terhadap upaya menurunkan angka prevalensi stunting di kota Tepian ini.

Oleh karena itu Ia meminta keseriusan tim Pokjanal yang terdiri dari lintas OPD terkait, Ormas, LSM, swasta untuk menjalankan program Pokjanal, agar dapat menekan angka stunting di Samarinda.

Tak hanya stunting atau gizi buruk, Ismid juga menyampaikan bahwa Posyandu telah menunjukkan kiprahnya dengan mengembangkan program kesehatan Ibu hamil, Program Kesehatan Anak, Keluarga Berencana, Imunisasi, Pemantauan Status Gizi, Pencegahan dan penanggulangan diare.

Sebagaimana dipahami bersama, lanjutnya Angka Kematian ibu (AKI) dan Angka kematian bayi (AKB), dan anak Stunting di Indonesia khususnya di Kota Samarinda masih terbilang tinggi.

Namun katanya kondisi tersebut dapat diminimalkan apabila masyarakat mempunyai pengetahuan dan kemauan memanfaatkan posyandu untuk memantau tumbuh kembang anak, memantau kesehatan ibu hamil/ibu nifas, Remaja, Usia Produktif dan Lansia agar kesehatan dapat terdeteksi secara dini di Posyandu.

“Untuk itu Pokjanal Posyandu mempunyai peranan penting dalam Pembinaan dan memberikan pelayanan Kesehatan bagi masyarakat,” pesannya.

Ia menegaskan bahwa Posyandu merupakan wadah pelayanan masyarakat gardan terdepan bagi pelayanan sosial dasar di masyarakat yang memiliki pengaruh penting dan kedekatan yang erat dengan masyarakat jika dibandingkan dengan lembaga masyarakat lain di kelurahan.

Untuk itu sebutnya semaksimal mungkin berupaya meningkatkan pengetahuan dan wawasan serta keterampilan para kader posyandu agar dapat menjadikan fasilitator dan dinamisator berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan, serta dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Jadi kita semua berupaya untuk meningkatkan mutu dan kualitas pelayanan di posyandu. Ini bukan hanya tugas dan tanggung jawab pemerintah dan para kader posyandu saja, akan tetapi merupakan tugas dan tanggung bersama semua pihak,” katanya.

Ia berharap kepada semua pihak, agar senantiasa berupaya optimal mendukung dan memperhatikan Posyandu, untuk menunjang kelancaran dan keberhasilan berbagai program dan kegiatan yang dilaksanakan di posyandu masing – masing.

“Ayo bagaimana kita bersama-sama untuk membesarkan Posyandu di kota ini,” ajak Ismid.

Sebelumnya ketua Panitia yang juga Kepala bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Siti Nurriyatus Zahrah menyampaikan tujuan dari rakor ini diantaranya untuk peningkatan pembinaan Pokjanal Posyandu secara berjenjang dalam rangka revitalisasi Posyandu, advokasi pembentukan Pokjanal Posyandu TK kecamatan, meningkatkan bimbingan teknis kepada kader, meningkatkan capaian Posyandu aktif dan meningkatkan capaian kader menerima tanda kecakapan kader.

“Perlunya dilakukan peningkatan bimbingan teknis kepada kader posyandu dengan 3 jenjang kompetensi, mulai kompetensi purwa, madya dan utama,” ungkap Tutus akrab Siti disapa.

Terhadap keaktifan posyandu di kota Samarinda, disebutkan Tutus data tahun 2022 hanya 4 persen. Sementara tahun 2024 angka nasional keaktifan posyandu ditarget 80 persen. (dho)