
TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Thamrin, menyoroti perlunya peningkatan kualitas pelajar yang menerima bantuan pendidikan daerah. Karena, beasiswa bukan hanya fasilitas pembiayaan, tetapi juga tanggung jawab untuk menunjukkan prestasi dan kompetensi yang lebih tinggi.
“Mari kita samakan persepsi, kebijakan beasiswa daerah dirancang untuk menghasilkan generasi muda Bumi Batiwakkal yang mampu bersaing di dunia akademik maupun profesional. Sebab keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada sikap dan komitmen pelajar dalam memanfaatkan kesempatan yang diberikan,” ungkapnya.
Masih menurut Thamrin, salah satu persoalan yang kerap muncul adalah adanya pelajar yang menganggap beasiswa sebagai sekadar bantuan finansial tanpa diikuti upaya peningkatan kualitas diri. Kondisi itu dinilai dapat menghambat tujuan utama program, yakni mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul.
“Kita ingin pelajar penerima beasiswa menunjukkan standar yang lebih tinggi, bukan hanya lulus, tetapi mampu menghasilkan karya dan prestasi yang konkret,” ujarnya lagi dalam perbincangan di kantor DPRD Jl Gatot Subroto, Tanjung Redeb, Selasa (31/3/2026).
Lanjut Dewan asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, dirinya juga menyoroti tantangan yang dihadapi pelajar di era saat ini, di mana kompetisi semakin ketat dan perkembangan teknologi menuntut kemampuan adaptasi yang cepat. Dalam situasi demikian, penerima beasiswa harus mampu membekali diri dengan keterampilan tambahan, tidak hanya mengandalkan capaian akademik.
“Pengembangan diri itu wajib. Mereka harus aktif mencari ilmu, memperkuat kemampuan teknis, dan membuka diri terhadap perkembangan baru. Tanpa itu, beasiswa tidak akan memberikan dampak maksimal,” jelas Wakil Rakyat pendatang baru di lembaga legeslatif Kota Sanggam dari PKS tersebut.
Di sisi lain, Thamrin menekankan bahwa Pemerintah daerah juga memiliki tanggung jawab dalam memastikan monitoring dan evaluasi penerima beasiswa berjalan efektif. Beliau mengingatkan bahwa tanpa pengawasan yang jelas, kualitas dan sasaran penerima beasiswa sulit diukur dan program rawan tidak tepat sasaran.
Karena itu dirinya berharap, ke depan pelajar penerima beasiswa dapat menjadi contoh bagi generasi lainnya, baik dalam kedisiplinan, prestasi, maupun etos belajar. Dengan begitu, investasi daerah melalui program beasiswa benar-benar melahirkan sumber daya manusia yang siap bersaing dan kembali berkontribusi untuk daerah.
“Beasiswa adalah peluang besar, dan peluang itu harus dibayar dengan kerja keras. Kita ingin mereka tidak hanya selesai sekolah, tetapi menjadi aset daerah yang membawa perubahan,” tegas Thamrin. (Adv/Nht/Bin)