Tingkatkan Disiplin Pengendara, DPRD Dorong Pengawasan Lalin Berbasis Digital

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Berau, Subroto, menyatakan dukungannya terhadap penerapan sistem pengawasan lalu lintas berbasis digital sebagai langkah meningkatkan efektivitas penindakan pelanggaran di jalan raya.

Hal tersebut diungkapkan beliau dalam perbincangan di Kantor DPRD Jl Gatot Subroto, Tanjung Redeb belum lama ini. Menurut Subroto, penerapan sistem tilang berbasis digital merupakan langkah maju dalam modernisasi penegakan hukum di bidang lalu lintas. Bumi Batiwakkal masih tertinggal dibanding sejumlah daerah di Pulau Jawa yang lebih dulu menerapkan sistem pengawasan elektronik tersebut secara luas.

“Kalau dibandingkan dengan daerah seperti Surabaya atau kota-kota di Jawa, mereka sudah lebih dulu menerapkan sistem ini. Bahkan di luar negeri juga sudah lama digunakan. Artinya, jangan tunda lagi hal tersebut untuk di terapkan di daerah kita tercinta ini,” ungkap Dewan dari Partai Golongan Karya (Golkar) tersebut.

Masih Subroto, sistem pengawasan berbasis digital akan sangat membantu Aparat penegak hukum, terutama di tengah keterbatasan jumlah personel di lapangan. Dengan teknologi tersebut, satu petugas dapat memantau berbagai titik rawan pelanggaran tanpa harus selalu berada di lapangan.

Menurutnya, selama ini metode razia konvensional mengharuskan petugas berjaga di persimpangan atau titik tertentu untuk menindak pelanggaran. Namun dengan sistem kamera, pengawasan dapat dilakukan secara lebih efisien dan menjangkau lebih banyak lokasi secara bersamaan.

“Kalau tampa sistem digital, petugas harus berdiri di perempatan untuk melihat langsung pelanggaran. Dengan sistem kamera, satu petugas bisa memantau banyak titik rawan sekaligus tampa harus jegat menjegat di suatu lokasi dalam menertibkan masyarakat,” ujar Subroto lagi.

Selain meningkatkan efektivitas penindakan, beliau menilai teknologi pengawasan tersebut juga dapat membangun kesadaran disiplin masyarakat secara lebih konsisten. Dirinya mencontohkan kondisi di sejumlah daerah di Jawa, di mana masyarakat tetap mematuhi aturan lalu lintas meskipun tidak ada polisi yang berjaga di jalan setelah adanya penerapan pengawasan sistem digital. (Adv/Nht/Bin)

www.swarakaltim.com @2024