TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Menurut Direktur Perusahaan umum daerah (Perumda) Air Minum Batiwakkal, Saipul Rahman, selama ini perusahaan pelat merah yang di pimpin olehnya tersebut kapasitas produksi instalasi pengolahan air hanya sekitar 200 liter per detik. Namun dalam praktiknya, kapasitas itu dipaksa ditingkatkan hingga 270 liter per detik agar distribusi air kepada masyarakat tetap terpenuhi.
“Oleh sebab itu, akibat tergerus waktu pemakaian, serta langkah yang diambil sebagai solusi sementara agar suplai air tetap tersedia, konsekuensinya kualitas air terkadang tidak seoptimal ketika instalasi beroperasi sesuai kapasitas normal. Menyikapi agar pelayanan ke masyarakat selaku pelanggan tetap optimal kedepan, maka Perumda bangun fasilitas filter tambahan,” jelas Saipul di kantornya Jl Raja Alam, Tanjung Redeb.
Hal itu lanjutnya, sebagai upaya meningkatkan kapasitas produksi air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. Dengan kondisi sebelum ada penambahan filter, kualitas air yang didistribusi PDAM masih berada dalam batas standar yang diperbolehkan oleh regulasi pemerintah.
Dimana, tingkat kekeruhan air diukur menggunakan satuan NTU (Nephelometric Turbidity Unit). Air minum kemasan biasanya memiliki tingkat kekeruhan sekitar 0,1 hingga 0,5 NTU, sementara standar yang diperbolehkan dalam regulasi masih berada di bawah 3 NTU.
“Kalau di bawah 1 NTU sebenarnya sudah sangat jernih. Standar yang diperbolehkan sampai 3 NTU, jadi masih dalam batas aman,” katanya menambahkan.
Masih Saipul, pembangunan fasilitas filter tambahan yang didanai dari pendapatan internal perusahaan, kapasitas produksi air PDAM Berau kini mulai mengalami peningkatan. Bahkan dalam beberapa kesempatan, kapasitas produksi air sempat mencapai sekitar 320 liter per detik, lebih tinggi dibandingkan kapasitas sebelumnya.
“Alhamdulillah dengan fasilitas yang kita bangun sendiri, produksi air sempat naik sampai sekitar 320 liter per detik. Meski demikian, saya menegaskan bahwa upaya peningkatan pelayanan air bersih masih menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari anggaran, jumlah pegawai, hingga pengembangan teknologi pendukung seperti sistem IT,” tutur beliau.
Lanjutnya, semua aspek tersebut saling berkaitan dan memengaruhi kemampuan PDAM Kota Sanggam dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. “Tetapi kami akan terus berupaya menjalankan peranan dengan baik meskipun ditengah keterbatasan perusahaan, terutama dalam hal anggaran,” pungkasnya. (Nht/Bin)