SAMARINDA, Swarakaltim.com – Bagi Prof. Dr. Rahmawati, SE., MM., fitness bukan sekadar aktivitas olahraga untuk menjaga kebugaran, tetapi merupakan investasi kesehatan yang manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman itu mengaku mulai serius menjalani latihan di gym setelah mendapat banyak informasi dari anaknya mengenai pentingnya aktivitas fisik, khususnya bagi perempuan yang memasuki usia menopause.
“Anak saya sering mengirim artikel tentang pentingnya fitness dan latihan beban, terutama untuk perempuan. Dari situ saya mulai memahami bahwa kesehatan tulang dan otot harus dijaga sejak sekarang,” ujarnya.
Motivasi tersebut semakin kuat ketika hasil pemeriksaan kesehatannya menunjukkan kadar kolesterol, asam urat, dan trigliserida yang cukup tinggi. Kondisi itu membuatnya menyadari pentingnya menyeimbangkan pola makan dengan aktivitas fisik yang cukup.
“Waktu itu hasil tes laboratorium menunjukkan kolesterol, asam urat, dan trigliserida saya cukup tinggi. Saya sadar kadang kita makan biasa saja, tetapi kurang bergerak. Akhirnya saya mulai serius berlatih dan menjadikan olahraga sebagai rutinitas,” katanya.
Rahmawati mengaku dirinya bukan termasuk orang yang menjalani pola makan secara ketat. Karena itu, olahraga menjadi salah satu cara yang dipilih untuk membantu menjaga kondisi tubuh tetap bugar.
“Saya memang tidak terlalu menjaga makan secara ketat, biasa saja. Karena itu saya merasa olahraga menjadi penting supaya tubuh tetap aktif dan kebugaran tetap terjaga,” ungkapnya.
Seiring berjalannya waktu, ia mulai merasakan berbagai manfaat dari latihan yang dilakukan secara rutin. Tidak hanya dari sisi kebugaran, tetapi juga daya tahan tubuh yang lebih baik dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
“Kalau seminggu tidak latihan biasanya terasa sekali. Saat mulai workout lagi napas lebih cepat ngos-ngosan. Itu yang membuat saya semakin sadar bahwa olahraga memang harus dilakukan secara konsisten,” tuturnya.
Menurut Rahmawati, latihan di gym menawarkan manfaat yang lebih lengkap karena memadukan latihan kardio dan latihan beban yang berperan penting dalam menjaga kekuatan otot, daya tahan tubuh, serta kesehatan tulang.
“Kalau jalan kaki tentu bagus, tetapi di gym ada kardio dan ada latihan beban. Otot lebih kuat, endurance meningkat, dan itu sangat penting terutama bagi perempuan. Saat memasuki masa menopause, kesehatan tulang dan otot harus benar-benar diperhatikan,” jelasnya.
Ia menilai masih banyak masyarakat yang menganggap biaya menjadi member gym sebagai pengeluaran semata. Padahal, menurutnya, biaya tersebut seharusnya dipandang sebagai investasi kesehatan untuk masa depan.
“Mindset-nya harus diubah. Menjadi member gym itu bukan sekadar mengeluarkan biaya, tetapi investasi kesehatan. Kita berinvestasi untuk kesehatan fisik dan kesehatan mental. Lebih baik mencegah daripada nanti sakit,” tegasnya.
Pengalaman positif yang dirasakan membuat Rahmawati tidak ragu merekomendasikan MB Fitness kepada keluarga, kerabat, maupun rekan-rekannya. Bahkan beberapa anggota keluarganya turut mencoba berlatih dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
Menurutnya, MB Fitness memiliki fasilitas yang memadai dengan peralatan latihan yang lengkap dan modern, sehingga mampu mengakomodasi kebutuhan latihan berbagai kalangan.
“Saya sering merekomendasikan MB Fitness kepada teman-teman dan keluarga. Alat-alatnya lengkap dan banyak yang masih baru, jadi nyaman untuk latihan,” ujarnya.
Selain fasilitas, ia juga melihat keberagaman member menjadi salah satu keunggulan tersendiri. Dari pengamatannya, gym tersebut digunakan oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran hingga masyarakat umum yang ingin menjalani gaya hidup sehat.
“Member-nya beragam. Saya lihat ada pelajar, mahasiswa, pekerja kantoran, sampai yang usianya sudah tidak muda lagi. Pagi-pagi sekali sudah ada yang latihan sebelum masuk kantor, lalu sore dan malam ramai lagi setelah jam kerja selesai. Jadi sebenarnya tinggal bagaimana kita mengatur waktu untuk berolahraga,” katanya.
Sebagai seorang akademisi yang memiliki aktivitas padat, Rahmawati memahami bahwa tantangan terbesar sering kali bukan soal fasilitas atau waktu, melainkan kemauan untuk memulai dan menjaga konsistensi.
Karena itu, ia mengajak masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk mulai menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup dan kebutuhan sehari-hari.
“Jangan menunggu sakit baru mulai olahraga. Khususnya untuk ibu-ibu dan perempuan, kesehatan itu harus dipersiapkan sejak sekarang. Anggap saja fitness sebagai investasi kesehatan yang manfaatnya akan kita rasakan di masa depan,” pungkasnya.(dho)