Tanjung Redeb, swarakaltim.com – Masalah abrasi wisata andalan Kabupaten Berau di Pulau Derawan sudah dibahas semenjak 15 tahun lalu, namun sampai saat ini masih belum ada Solusi yang signifikan. Warga kepulaun tersebut tidak hanya hawatir pulaunya yang terkikis, namun posisi air bersih juga rentan tergerus air laut jika masalah ini tak kunjung dicarikan Solusi oleh pemerintah.
Menurut salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau Sutami, keluhan tersebut selalu muncul saat dirinya bertemu dengan waga pulau tersebut. menurutnya hal itu wajar dikeluhkan sebab, selain mengancam fisik pulaunya, kebutuhan air bersih warga juga semakin menghawatirkan.
“Warga dan pengusaha disana itu kan memanfaatkan air tanah didalam wilayah pulau tersebut. Untuk warga memang sebagian besar posisinya ditengah pulau, jadi masih masuk kategori aman, namun sebagian lainnya yang dekat dengan bibir Pantai mulai menghawatirkan itu, “terangnya.
Dalam hal ini, Sutami sangat berharap Gerakan respon dari instansi terkait untu memperjuangkan kondisi dan situasi Pulau Derawan ketingkat lebih tinggi, sebab saat ini Pulau Wisata andalam Kabupaten Berau tersebut sudah tidak lagi dalam kewenangan Pemkab.
Selain itu, kalau Pemerintah dan instansi terait setuju untu dibangun pemecah ombak, saat ini ada beberapa metode baru yang bisa diterapkan dna sudah suses didaerah lain. Hal bisa mengurangi ganasnya ombak yang terus menggerus daratan pulau tersebut.
“15 tahun itu bukan watu yang sebentar, makanya kita harus Bersatu untuk mewujudkan harapan Masyarakat ini, mulai metode pemecah ombak sampai dengan penanganan abrasi harus ada realisasi. Kita harus kompak menyelamatkan asset wisata itu sebab kedepan itulah salah satu sumber pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kita, “pungkas Sutami. (Nht/*).