SAMARINDA, Swarakaltim.com – Proyek Teras Samarinda Tahap 2 tak cuma soal megahnya bangunan tepi sungai, tapi juga urusan sengkarut kebersihan dan estetika. Sadar kawasan ini terlalu membentang luas, Wali Kota Samarinda Andi Harun menegaskan tak ingin lagi menumpuk seluruh beban pengelolaan sampah ke satu instansi.
Evaluasi mendalam dilakukan Pemkot Samarinda. Hasilnya, Dinas Perhubungan (Dishub) dipastikan bakal “menggap-menggap” jika harus menyapu dan merawat seluruh bentangan segmen di tahap kedua ini sendirian.
“Setelah kita analisis dan pelajari untuk sementara waktu, kita menilai bahwa kalau diserahkan semua ke Dishub itu akan kewalahan, karena saking panjangnya segmen di tahap kedua ini. Sehingga kita bagi,” tegas Andi Harun.
Garis demarkasi pun ditarik. Area di titik ujung mulai dari kawasan perbatasan Pelindo hingga ke sekitar Masjid Darussalam resmi diserahkan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Dishub hanya difokuskan mengawal sektor pertengahan, sebelum sisanya kembali ditangani DLH.
Tak cuma skema petugas di lapangan, Andi Harun juga menyentil momentum krusial yang kerap terabaikan: detik-detik pembukaan pagar pembatas seng proyek.
Sebab, area yang berbulan-bulan terkurung kerap menyisakan genangan air tak sedap, kotoran, hingga lumut tebal. Pria nomor satu di Samarinda ini tak mau Teras Samarinda yang molek justru tampak kusam begitu dipamerkan ke publik.
“Nanti pada saat pembukaan pagar, saya juga sudah perintahkan Kepala Dinas PUPR untuk tidak sekadar buka pagar. Karena selama ini dikurung, ada air yang tertahan dan menimbulkan kotoran, bekas-bekas lumut. Sehingga pada saat dibuka pagarnya, itu juga sudah dalam keadaan bersih, menyatu secara fisik dengan Teras maupun jalan eksisting,” ujarnya.(DHV)