SAMARINDA, Swarakaltim.com – Upaya pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) terus diintensifkan. Berdasarkan Laporan Penanggulangan Karhutla Dinas Kehutanan Kaltim per 25 Agustus 2026, tercatat ada 99 kejadian kebakaran yang ditindaklanjuti secara langsung melalui aksi groundcheck dan pemadaman oleh personel UPTD KPH di berbagai kabupaten/kota.
Beberapa aksi pemadaman intensif dalam sepekan terakhir di antaranya dilakukan oleh KPHP DAS Belayan di Kecamatan Kembang Janggut, Kukar; KPHP Kendilo di Batu Engau dan Tanah Grogot, Paser; serta aksi respons cepat tim Dinas Kehutanan di kawasan Pendingin, Sanga-Sanga.
Polhut Ahli Madya sekaligus Koordinator Karhutla Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim, Rahmadi menekankan pentingnya kecepatan respons petugas dalam menangani setiap laporan kebakaran yang masuk dari masyarakat maupun hasil pantauan satelit.
“Tim di lapangan bekerja nonstop untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Sepanjang Agustus ini saja, sudah ada 99 kejadian kebakaran yang langsung kami respons dengan penanganan groundcheck dan pemadaman langsung oleh personel UPTD. Fokus kami adalah memastikan api benar-benar padam total,” tegas Rahmadi.
Hingga 25 Agustus 2026, akumulasi luas area terdampak kebakaran di Kaltim mencapai 572,83 hektare, yang terdiri dari 265,54 hektare kawasan hutan dan 307,3 hektare area APL. Di sisi lain, pemantauan satelit per 26 Agustus 2026 mencatat ada 625 hotspot di Kaltim. Rinciannya mencakup 38 titik pada tingkat kepercayaan High (tinggi), 561 titik Medium, dan 26 titik Low.
Melihat tingginya angka titik panas di beberapa wilayah seperti Berau, Kutai Kartanegara, dan Kutai Timur, Dinas Kehutanan mengimbau seluruh pihak untuk menjaga lingkungan sekitar dari aktivitas penyiapan lahan dengan cara membakar.
“Kami mengimbau masyarakat dan para pemegang izin usaha untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Kondisi cuaca saat ini sangat rentan memicu pemicuan api secara cepat,” pungkasnya.(DHV)