BALIKPAPAN, Swarakaltim.com – DPD Partai Golkar melakukan konsolidasi dengan 7 partai koaliasi membahas kekosongan wakil walikota Balikpapan. Dari hasil pertemuan yang dilaksanakan di hotel Horison, malam Senin (3/4/’23).
Masing-masing partai koalisi mengajukan nama pendamping Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud diantaranya, PDIP mengajukan Boediono, Gerindra mengajukan Sabaruddin Pandrecalle, PKS mengajukan Sayid MN Fadli, Demokrat mengajukan Denny Mappa, PKB dan Perindo mengajukan Alfad Syarif dan PPP telah mengantongi nama.

Sedangkan Sedangkan untuk DPD partai Golkar mengajukan nama wakil walikota Risti Utami Dewi yang merupakan istri almarhum Thohari Aziz. DPD Golkar Balikpapan mengajukan istri almarhum Tohari Aziz merupakan keinginan Walikota Balikpapan Rahmad Masud dan berdasarkan kesepakatan keluarga. Mengingat, almarhum telah berjuang bersama saat pilkada 2020 lalu.
Menurut Ketua Harian DPD Partai Golkar Balikpapan Andi Arif Agung, DPD Partai Golkar membuka peluang komunikasi dengan partai koalisi pengusung pada Pilkada 2020 lalu. Mengingat mekanisme aturan, bahwa ada batasan waktu 18 bulan sebelum sisa masa jabatan Walikota habis maka harus terisi jabatan wakil walikota yang hingga kini masih kosong. Meskipun diakui mekanisme aturan batasan waktu memiliki terjemahan berbeda beda.
“Mengacu kepada undang undang nomor 10 tahun 2016 dan mengacu kepada Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2018 dan tentang tata tertib pemilihan dan dilihat situasinya, diperlukan pemahaman dan kesepakatan dikarenakan saat Pilkada 2020 lalu dan terdapat 8 partai politik memiliki kursi dan memiliki hak untuk mengusulkan bakal calon wakil walikota,” kata Ketua Harian DPD Partai Golkar Balikpapan Andi Arif Agung didampingi Bendahara Golkar Balikpapan, Ahmad Mallolongan. Selasa (4/4/’23).
“Sehingga pertemuan diawal dengan partai koalisi ini, diharapkan, mendapatkan kesepakatan bersama terkait nama wakil walikota yang diajukan,” sambungnya.
Andi biasa disapa A3 menjelaskan, dalam pertemuan ini sudah mulai ada kesepakatan antara partai pengusung tentang bagaimana proses untuk memilih Wakil Wali Kota Balikpapan yang akan mendampingi Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud disisa masa jabatannya.
“Saya telah mendapatkan arahan dari Ketua DPD Partai Golkar Balikpapan yang juga Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, dimana 2 nama bakal balon harus sudah ada sebelum Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud berangkat ke tanah suci Mekah untuk menjalankan ibadah umroh para bulan Suci Ramadan,” tegasnya.
Andi menambahkan , DPD Golkar Balikpapan tidak mengajukan kadernya menjadi wakil walikota dikarenakan Golkar komitmen untuk mengusung Risti Utami Dewi yang merupakan istri almarhum Tohari Aziz.
“Dipilihnya istri almarhum Tohari Aziz ini, merupakan komitmen personal. minimal pak Wali ingin ahli waris Thohari Aziz diberikan ruang untuk bisa ikut bertarung dan untuk itu Golkar harus menurunkan egonya untuk tidak mencalonkan wakilnya,” tutupnya.(*/pr-pk’23)