TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Menjelang masa libur panjang dan arus mudik, Kepala Kantor BLU UPBU Kelas I Kalimarau Berau, Patah Atabri, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan serangkaian langkah strategis untuk mengantisipasi potensi lonjakan penumpang di Bandara Kalimarau. Hal tersebut disampaikan beliau dalam wawancara di Masjid Al-Muhyiddin Bayur, Kecamatan Teluk Bayur, baru baru ini.
Menurut Patah, persiapan telah dilakukan sejak seminggu lalu dengan fokus pada penguatan personel dan teknis operasional. Penambahan petugas dianggap penting untuk memastikan seluruh prosedur layanan berjalan optimal saat volume penumpang meningkat.
“Persiapan sudah dimulai dari minggu kemarin. Kami menambah personel dan melakukan berbagai langkah teknis untuk menghadapi lonjakan penumpang,” ujarnya.
Selain penguatan sumber daya manusia (SDM), bandara juga memperluas jam operasi penerbangan. Salah satu maskapai telah mengajukan penambahan jam operasi mulai pukul 05.00 WITA, dan pada malam sebelumnya bahkan terdapat permintaan operasi hingga pukul 23.00 akibat keterlambatan pesawat dari Makassar.
“Semalam ada pesawat delay karena trouble di Makassar. Mereka meminta jam operasi hingga pukul 11 malam, dan itu kami layani untuk menjaga kelancaran penerbangan,” jelas Patah lagi.
Di sisi lain, isu keamanan dan keselamatan menjadi perhatian utama. Untuk memperkuat mitigasi risiko selama periode sibuk, Bandara Kalimarau resmi membuka Posko Angkutan Lebaran Terpadu pada Senin pagi. Posko ini merupakan kolaborasi antara pihak bandara dan sejumlah pemangku kepentingan di Kabupaten Berau, termasuk unsur TNI dan Polri.
Langkah ini diambil sebagai respon terhadap meningkatnya aktivitas penerbangan dan tingginya intensitas pergerakan penumpang yang berpotensi menimbulkan kerawanan, baik dari sisi keselamatan penerbangan maupun keamanan lingkungan bandara.
“Posko Lebaran Terpadu sudah dibuka sejak tanggal 13 Maret 2026 lalu. Ini kolaborasi antara bandara dengan stakeholder terkait, termasuk TNI dan Polri, untuk memastikan keamanan dan keselamatan selama masa lonjakan penumpang,” tegas Patah.
Ia menambahkan bahwa posko tersebut berfungsi sebagai pusat koordinasi cepat untuk penanganan situasi darurat, pengawasan kepadatan penumpang, serta monitoring stabilitas operasional mulai dari apron, terminal, hingga akses darat bandara. Pembukaan posko terpadu ini juga menjadi langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan operasional yang sering terjadi pada masa puncak arus mudik, seperti keterlambatan terjadwal, antrean panjang di area check-in, hingga pengawasan barang bawaan penumpang.
Lebih jauh, Patah menekankan bahwa seluruh upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Bandara Kalimarau dalam memberikan pelayanan prima sekaligus memastikan setiap pengguna jasa merasakan keamanan dan kenyamanan selama berada di area bandara.
“Saya berharap bahwa melalui kerja sama lintas instansi, masa arus mudik dan libur panjang tahun ini dapat berjalan lancar tanpa gangguan berarti. Kami ingin memastikan semua berjalan aman dan nyaman. Karena itu koordinasi dengan seluruh pihak sangat penting,” pungkasnya mengakhiri. (Nht/Bin)