SAMARINDA, Swarakaltim.com – Sebanyak 2.263 personel gabungan disiagakan untuk mengawal aksi demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026 di Kalimantan Timur. Polda Kaltim menegaskan pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis guna memastikan penyampaian aspirasi berjalan tertib dan kondusif.
Hal tersebut disampaikan Kapolda Kaltim, Endar Priantoro, usai melaksanakan Apel Gelar Pasukan Kesiapan Pelayanan Aksi Unjuk Rasa 21 April di Lapangan GOR Segiri, Senin (20/4/2026).
“Hari ini kita melakukan apel kesiapan gelar pasukan dalam rangka pelayanan unjuk rasa. Ini apel gabungan seluruh pihak yang terlibat dalam pelayanan kepada masyarakat, khususnya mahasiswa,” ujarnya.
Ia menjelaskan, total 2.263 personel terdiri dari 1.599 anggota kepolisian, 70 personel TNI, serta 594 personel dari dinas terkait. Seluruhnya akan menjalankan tugas sesuai peran masing-masing di lapangan.
Dua titik utama aksi yang akan menjadi fokus pengamanan yakni Kantor DPRD Kaltim dan Kantor Gubernur Kaltim. Selain itu, pengamanan juga akan dilakukan di sejumlah objek vital lainnya untuk mengantisipasi potensi gangguan.
Menurut Endar, pendekatan yang digunakan dalam pengamanan bukan bersifat konfrontatif, melainkan mengedepankan langkah preemtif dan preventif.
“Paradigma kita adalah pelayanan, bukan kontra. Bagaimana aksi ini bisa berjalan dengan baik, aman, dan tertib,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencoba memanfaatkan aksi tersebut untuk kepentingan negatif.
“Kami mengimbau pihak-pihak yang punya niat tidak baik agar mempertimbangkan kembali. Mari kita sama-sama bertanggung jawab menjaga situasi tetap kondusif,” katanya.
Kapolda juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan potensi gangguan selama aksi berlangsung, agar dapat segera ditangani oleh petugas.
Polda Kaltim berharap seluruh rangkaian aksi dapat berlangsung damai, serta tidak mengganggu ketertiban umum di wilayah Kalimantan Timur.(DHV)