BALIKPAPAN,Swarakaltim.com. Rencana penambahan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Kota Balikpapan tahun ini tidak hanya bergantung pada kebutuhan tenaga aparatur, tetapi juga ditentukan oleh kemampuan keuangan daerah.
Pemerintah Kota Balikpapan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), kini mengusulkan sekitar 1.000 formasi ASN kepada pemerintah pusat.
Kepala BKPSDM Balikpapan, Purnomo, mengatakan usulan tersebut diajukan karena kebutuhan pegawai di lingkungan Pemkot masih cukup tinggi. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan pemerintah pusat, melalui evaluasi Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan kondisi fiskal daerah.
“Kita masih mengusulkan penambahan formasi PNS, kurang lebih sekitar seribu formasi. Mudah-mudahan bisa mendapat persetujuan,” kata Purnomo, usai Pelantikan di Balai Kota Balikpapan, Senin (20/5/2026)
Menurutnya, persetujuan formasi CPNS bukan hanya melihat kebutuhan pegawai, tetapi juga kemampuan APBD dalam menanggung beban gaji dan tunjangan ASN baru.
“Yang dilihat pusat itu kemampuan keuangan daerah. Karena ketika pegawai diangkat, daerah harus siap membayar gaji dan tunjangannya dari APBD sendiri,” jelasnya.
Purnomo menuturkan, salah satu indikator penting dalam penilaian pemerintah pusat adalah komposisi belanja pegawai daerah. Jika porsi belanja pegawai sudah melebihi 30 persen dari total APBD, maka usulan formasi berpotensi dikurangi atau ditunda.
“Belanja pegawai jika sudah di atas 30 persen, biasanya pusat akan mengevaluasi lagi usulan kita. Tapi kalau masih di bawah, misalnya 25 atau 26 persen, peluang disetujui lebih besar,” katanya.
Ia menegaskan, pengadaan ASN tidak bisa hanya didasarkan pada kebutuhan pelayanan publik, tetapi juga harus memperhatikan kesehatan fiskal daerah agar tidak membebani keuangan pemerintah kota di masa mendatang.
“Kemandirian fiskal itu penting. Jadi bukan bergantung bantuan, tetapi benar-benar kemampuan APBD kita sendiri,” tegasnya.
Terkait jadwal seleksi CPNS, Purnomo menyebut pelaksanaan kemungkinan mengikuti pola tahun-tahun sebelumnya, yakni sekitar September hingga Oktober. Namun jadwal resmi tetap menunggu keputusan dari BKN.
“Seleksi biasanya sekitar September atau Oktober, tapi tetap tergantung jadwal nasional dari BKN,” ujarnya.
Dengan usulan tambahan formasi tersebut, Pemkot Balikpapan berharap kebutuhan tenaga ASN di berbagai sektor pelayanan publik dapat terpenuhi secara bertahap, seiring meningkatnya tantangan pembangunan kota penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).(Adv Diskominfo Balikpapan)