SAMARINDA, Swarakaltim.com – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Samarinda mengakui adanya tantangan besar dalam merealisasikan program Gerakan Pangan Murah secara merata di seluruh wilayah. Keterbatasan personel serta pemangkasan anggaran operasional membuat instansi teknis ini harus memutar otak guna memenuhi ekspektasi masyarakat yang sangat tinggi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Samarinda, Muhammad Darham, memaparkan bahwa idealnya program pasar murah tersebut dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke tingkat terbawah. Namun, dengan kondisi internal dinas saat ini, pelaksanaan program tersebut belum bisa menyasar semua titik secara bersamaan tanpa adanya sokongan dari luar.
”Tantangan Gerakan Pangan Murah ini sebenarnya cukup banyak, terutama karena keterbatasan tenaga dan waktu yang kami miliki. Keinginan warga itu program ini bisa dilaksanakan di setiap kelurahan, tetapi dalam satu bulan tentu tidak bisa kami penuhi semua mengingat di Samarinda ini totalnya ada 59 kelurahan,” ujar Muhammad Darham.
Guna menyiasati ketiadaan pos anggaran operasional akibat kebijakan efisiensi daerah, pihak dinas aktif membangun kemitraan strategis dengan instansi vertikal seperti Bank Indonesia. Kemitraan tersebut diwujudkan dalam bentuk pemenuhan sarana prasarana fisik di lokasi acara yang selama ini tidak bisa dicover oleh APBD murni daerah.
”Kami bekerja sama dengan Bank Indonesia yang alhamdulillah bersedia membantu penyediaan tenda serta konsumsi bagi para peserta. Kalau dari internal dinas kami sendiri belum ada anggaran khusus untuk hal itu karena adanya efisiensi. Beruntung dalam koordinasi terbaru ini, pihak legislatif juga membuka peluang untuk ikut memberikan dukungan kelancaran program di lapangan,” sambungnya.
Pemerintah kota berharap sinergi yang mulai terbuka bersama jajaran parlemen ini dapat memberikan ruang gerak baru bagi dinas untuk memperluas jangkauan distribusi pangan murah, terutama di wilayah-wilayah pinggiran yang belum sempat tersentuh layanan selama semester pertama.(DHV)