SAMARINDA, Swarakaltim.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengambil langkah efisiensi ekstrem dalam Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemkot memutuskan untuk tidak menggelar agenda tahunan Pawai Pembangunan di tingkat kota, sebuah kebijakan rasionalisasi yang berhasil menghemat alokasi anggaran daerah hingga Rp2,5 miliar.
Keputusan strategis ini diambil setelah Pemkot Samarinda melakukan evaluasi menyeluruh terhadap efektivitas belanja kegiatan seremonial. Pemkot memilih mengalokasikan anggaran bernilai miliaran rupiah tersebut untuk menyelesaikan kewajiban mendesak yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan masyarakat.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyampaikan permohonan maaf terbuka atas kebijakan peniadaan pawai tersebut. Ia menegaskan bahwa efisiensi dilakukan agar daerah fokus menuntaskan pembayaran utang serta pembiayaan jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan bagi warga rentan.
“Kami memohon maaf dan pengertian dari seluruh masyarakat. Setelah evaluasi, kami memprioritaskan anggaran untuk membayar utang daerah serta membiayai jaminan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan bagi warga. Sangat disayangkan jika Rp2 miliar sampai Rp2,5 miliar habis hanya untuk kegiatan pawai,” ungkap Andi Harun, Selasa (11/8/2026).
Kendati pawai utama di pusat kota ditiadakan, Pemkot Samarinda memastikan kemeriahan Peringatan Hari Kemerdekaan tetap menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah daerah mengubah strategi perayaan dari yang semula terpusat menjadi tersebar di 59 kelurahan se-Kota Samarinda.
Langkah desentralisasi perayaan ini dirancang agar dampak perputaran uang dari pesta rakyat dapat dinikmati langsung oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di lingkungan permukiman warga.
“Semangat kemerdekaan tidak berkurang karena perayaannya kita alihkan ke kelurahan. Sekarang di tiap kelurahan ramai dengan perlombaan olahraga, pesta rakyat, hingga jalan sehat yang melibatkan UMKM lokal. Biarlah kemeriahannya menyebar dan dirasakan langsung oleh warga di kelurahan,” terangnya.
Andi Harun menambahkan, penataan efisiensi belanja ini sejalan dengan transformasi ekonomi Samarinda yang makin solid di sektor jasa, konstruksi, dan perdagangan. Penguatan sektor non-tambang ini memberi daya tahan ekonomi jangka panjang serta menjaga daya beli masyarakat.
Pemkot Samarinda berharap masyarakat dapat memahami pemfokusan ulang anggaran ini sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kredibilitas APBD dan keberlanjutan pembangunan daerah.
“Mudah-mudahan tahun depan kondisi anggaran kita makin baik sehingga Pawai Pembangunan bisa kembali kita gelar,” tutup Wali Kota.(DHV)