BALIKPAPAN, Swarakaltim.com — Kepedulian terhadap masyarakat Kalimantan yang terdampak kabut asap kembali diwujudkan Telkomsel. Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) Sambungkan Senyuman, Telkomsel bergerak menyalurkan berbagai bantuan kesehatan sekaligus memastikan layanan dan jaringan telekomunikasi tetap optimal di tengah kondisi kabut asap dan potensi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah.
Aksi kepedulian tersebut diwujudkan melalui pembagian masker dan vitamin gratis kepada masyarakat pengguna jalan di depan kantor Branch Telkomsel serta sejumlah lokasi strategis, termasuk di Berau dan Tanjung Redeb, serta beberapa titik lainnya di Kalimantan.
Tak hanya itu, Telkomsel juga kembali menyalurkan bantuan prioritas kesehatan berupa masker, vitamin untuk membantu menjaga daya tahan tubuh, unit oksigen portabel bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan respirasi cepat, hingga air mineral.

Bantuan tersebut diserahkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kalimantan Selatan pada Rabu, 26 Agustus 2026.
Penyaluran bantuan ini menjadi kelanjutan aksi kepedulian Telkomsel yang sebelumnya dilakukan secara bertahap melalui Palang Merah Indonesia Provinsi Kalimantan Barat serta Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran Provinsi Kalimantan Tengah pada 6 dan 7 Agustus 2026.
General Manager Mobile Consumer Business Region Telkomsel Kalimantan, Eureka Meliala, mengatakan kondisi kabut asap memberikan tantangan tersendiri bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena itu, Telkomsel hadir tidak hanya melalui layanan konektivitas, tetapi juga melalui aksi nyata membantu masyarakat dan relawan yang berada di lapangan.
“Kami memahami betapa beratnya aktivitas sehari-hari di tengah kondisi kabut asap saat ini. Melalui semangat Melayani Sepenuh Hati dan kepedulian yang mendalam, kami turut prihatin atas dampak kabut asap yang dirasakan masyarakat di beberapa wilayah Kalimantan,” ujar Eureka dalam siaran pers yang diterima Swara Kaltim, Sabtu (29/8/2026).
Menurutnya, bantuan yang disalurkan merupakan wujud simpati dan ketulusan Telkomsel untuk membantu menjaga kesehatan masyarakat sekaligus mendukung para relawan yang terus bekerja di tengah kondisi darurat.
“Bantuan ini merupakan bentuk simpati dan ketulusan kami untuk membantu menjaga kesehatan warga maupun relawan, sekaligus memastikan seluruh aktivitas komunikasi dan koordinasi kebencanaan di lapangan tetap dapat berjalan tanpa hambatan,” tegasnya.
Di tengah kondisi kabut asap dan potensi kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan, Telkomsel juga terus memprioritaskan keandalan infrastruktur komunikasi.

Tim teknis jaringan Telkomsel disiagakan untuk melakukan pemantauan dan pemeliharaan berkala terhadap BTS yang berada di kawasan rawan maupun berdekatan dengan titik api.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap dapat berkomunikasi, mengakses informasi penting, serta tetap terhubung dengan keluarga dan kerabat di tengah kondisi yang membatasi aktivitas di luar ruang.
Telkomsel juga memastikan kesiapan layanan fixed broadband IndiHome guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat, termasuk proses belajar dari rumah bagi para siswa di wilayah yang terdampak kabut asap.
Dengan konektivitas yang tetap terjaga, masyarakat diharapkan dapat terus menjalankan aktivitas sehari-hari dan memperoleh akses terhadap informasi penting secara optimal, terutama ketika sejumlah kegiatan di luar ruangan harus dibatasi dan aktivitas sekolah di beberapa daerah mengalami penyesuaian.
“Telkomsel senantiasa mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance atau ESG ke dalam setiap langkah dan proses bisnis berkelanjutannya, salah satunya melalui dukungan bantuan bagi masyarakat terdampak kabut asap ini,” tutup Eureka.(dho)