BONTANG, Swarakaltim.com – Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) RSUD Taman Husada Bontang kini mencapai sekitar 80 persen. Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota Bontang mengajukan proposal pembangunan Gedung C kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia dengan nilai mencapai Rp450 miliar.
Wali Kota Bontang Neni Moernaeni mengatakan, proposal pembangunan tersebut telah disiapkan Pemkot Bontang sebagai bagian dari pengembangan fasilitas pelayanan kesehatan di Kota Bontang.
Anggaran tersebut nantinya diperuntukkan bagi pembangunan Gedung C RSUD Taman Husada Bontang.
Menurut Neni, pengembangan RSUD Taman Husada perlu segera dilakukan. Salah satu faktor utamanya ialah jumlah pasien yang terus meningkat hingga membuat kapasitas pelayanan rumah sakit semakin terbebani.
“Pasien kita sekarang sudah membeludak. Jadi pengembangan rumah sakit ini harus segera dilaksanakan,” ujar Neni.
Ia menjelaskan, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) RSUD Taman Husada saat ini telah mencapai sekitar 80 persen.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Pemkot Bontang mendorong percepatan pengembangan fasilitas rumah sakit.
Neni berharap proposal pembangunan Gedung C tersebut dapat mendapat perhatian dari Kemenkes sehingga kebutuhan peningkatan kapasitas pelayanan kesehatan di Bontang bisa segera direalisasikan.
“Proposalnya sekitar Rp450 miliar untuk pembangunan Gedung C RSUD Taman Husada,” pungkasnya.(Adv/Rzky)