Penanganan Karhutla Harus Libatkan Semua Stakeholder

Bupati saat melepas tim penanggulangan dan pencegahan karhutla kabupaten kubar

KUTAI BARAT –Sejak terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masyarakat di Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Kabupaten Kutai Barat (kubar) menghanguskan sekitar 200 hektare lebih, telah membuat kerugian besar bagi masyarakat baik disektor kesehatan, perhubungan, maupun sektor hubungan antar internasional yang telah membuat cuaca menjadi berkabut.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kubar FX Yapan meminta agar penanganan karhutla harus ditangani secara terencana, menyeluruh, terpadu, dan berkelanjutan. Sebab pengendalian karhutla tidak hanya tertuju pada pemadaman saat kebakaran hutan, tetapi juga untuk pencegahan.

“Penanganan dan penanggulangan karhutla di Kabupaten Kubar harus terencana, menyeluruh, terpadu dan berkelanjutan,” ungkap Yapan setelah memimpin Apel Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan tingkat kabupaten didampingi  Wakil Bupati H Edyanto Arkan dan Sekda Yacob Tullur, Kamis (5/9/2019).

Yapan juga meminta jajarannya agar penanganan dan penanggulangan karhutla harus melibatkan seluruh stake holder, baik dari unsur TNI/Polri, instansi terkait, pihak perusahaan dan masyarakat, serta relawan, hingga pengurus sampai ketingkat kelurahan/kampung.

“Dua hari lalu sudah ada contoh terjadinya kebakaran hutan dan lahan di Mook Manaar Bulatn yang cukup mengkhawatirkan masyarakat. Oleh sebab itu,  kita harus waspada agar bencana serupa tidak terjadi kembali ditempat lain. Karena saat ini musim kemarau,” pungkasnya.(iyn)

Loading