Kembangkan Objek Wisata Diperkampungan Melalui ADK

Salah satu potensi wisata yang ada di Pulau Besing Kecamatan Gunung Tabur, yakni Bekantan.

Gamalis: Sehingga Mampu Mensuport PAD

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Pandemi corona virus disease 2019 (covid-19) yang berkepanjangan sangat berpengaruh terhadap keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Terlihat dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang terus merosot termasuk Tahun Anggaran (TA) 2022 mendatang. Sehingga program program Pemerintah Daerah (Pemda) khususnya yang berkaitan dengan pengembangan objek wisata diperkampungan yang seharusnya perlu perhatian khusus, kemungkinan besar sulit mendapat topangan anggaran dari APBD. Kenapa demikian, karena anggaran minim sehingga diharapkan Pemerintah Kampung bisa berjuang untuk objek wisata di kampung masing masing supaya memiliki daya tarik dengan dipermak, sumber dananya melalui Alokasi Dana Kampung (ADK).    

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati (Wabup) Berau Gamalis saat diminta tanggapannya beberapa waktu lalu usai mengikuti kegiatan di Dinas Komunikasi dan Infomatikan (Diskonminfo) Jl APT Pranoto Kecamatan Tanjung Redeb. “Apabila objek wisata diperkampungan itu maju, banyak pengunjungnya bukan hanya mampu meningkatkan perekonomian masyarakat kampung setempat, namun juga mampu mensuport Pendapatan Asli Daerah (PAD),” kata orang nomor dua di Bumi Batiwakkal tersebut. Adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) juga tambah beliau, yang mana saat ini wilayah Berau masih ditetapkan oleh Pemerintah Pusat (Pempus) level 3 sehingga objek wisata Bumi Batiwakkal sampai sekarang belum bisa dibuka baik yang memang sudah “Go” secara nasional maupun internasional. Apalagi objek wisata yang baru dirintis, masih perlu dipermak supaya memiliki daya tarik tersendiri.

“Dengan ditutup bagaimana mau ada hasil, kalau dibukapun namanya  objek wisata baru pasti pengunjung agak kurang, belum lagi karena perekonomian masyarakat yang sangat kena imbas akibat covid-19,” papar tokoh Politik asal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu. Misal saja tambah beliau, objek wisata di Pulau Besing Kecamatan Gunung Tabur dan Teluk Semanting Kecamatan Pulau Derawan memang memiliki potensi luar biasa dan tidak dimiliki daerah lain. Tetapi masih perlu ada sentuhan, hal inilah yang diharapkan bisa disikapi oleh kampung melalui ADK. “Banyak juga kampung lain di beberapa kecamatan memiliki lokasi apabila di permak pasti akan menjadi tujuan wisata bagus. Intinya saat ini kami minta pelaku wisata bersabar, selaku pemerintahan kami juga menginginkan semua objek wisata segera di buka kembali, namun setelah covid dan PPKM berakhir,” tutur Gamalis.       

Khusus Kampung pulau Besing, menakjubkannya adalah atraksi bekantan bisa dinikmati dengan menggunakan perahu ketinting menyusuri sungai mengelilingi Pulau. Selain itu ratusan kalong yang asyik bergelantungan di pohon yang berdiri kokoh di tengah Pulau Besing juga menjadi pemandangan luar biasa menarik. “Saya berharap potensi yang ada dapat dijaga, dikelola dan terus di lakukan sentuhan sehingga semakin spesial bagi pengunjung,” imbuh beliau lagi. Kalau Teluk Semanting, apabila berkunjung kesana dan menyusuri jalur trecking mata akan dimanjakan dengan berbagai jenis tanaman bakau yang masih terjaga dengan baik. Dan jangan sampai dilewatkan bersantai di sport glamping yang menjadi salah satu daya tarik di kawasan tersebut. “itulah beberapa objek wisata daerah kita yang kedepan perlu lebih dikembangkan. Yang jelas besar harapan Pemerintah melalui objek wisata yang ada mampu menjadi salah satu sumber andalan daerah untuk menyuport keuangan daerah kedepan,” Wabup Gamalis. (nht/***)

Bagikan:

Related posts