Pemkot Masih Menkaji, Rencana BPBD Menjadi Dinas Pemadam Kebakaran

BALIKPAPAN, Swarakaltim.com – Pemerintah kota Balikpapan masih melakukan kajian rencana pembentukan Dinas Pemadam Kebakaran yang merupakan pemisahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan.

Demikian diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan, Usman Ali.

“Kini rencana pemecahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi Dinas Pemadam Kebakara di Kota Balikpapan masih terus digodok oleh Pemerintah Kota Balikpapan melalui bagian Organiasi Tata Laksana (Ortal) Sekretariat Daerah Kota (Setdakot) Balikpapan,” tegasnya. Kamis (22/2/’24).

Usman menjelaskan, untuk pembahasan rencana tersebut saat ini masih dilakukan di Bagian Ortal Setdakot Balikpapan yang merupakan kelanjutan dari pembahasan sebelumnya yang dilakukan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan. “Tentunya akan ada perda yang berubah karena muncul dinas baru,” katanya.

Lanjut Usman, apabila BPBD berubah menjadi Dinas , maka akan membutuhkan tambahan tenaga di dinas tersebut, apalagi sejauh ini anggota di BPBD Kota Balikpapan sudah banyak yang berusia 50 tahun.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Balikpapan Muhaimin mengaku, rencana pemecahan dinas BPBD itu sudah di rancang sejak tahun lalu, bahkan sudah mengusulkan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) ke DPRD Kota Balikpapan. Dimana maksud pemecahan dinas ini agar ada satu dinas yang memiliki fokus khusus di penanganan bencana kebakaran.

“Musibah kebakaran di Kota Balikpapan memang kerap terjadi, baik terjadi di pemukiman penduduk, gedung pemerintah atau swasta termasuk kebakaran hutan dan lahan, sehingga perlu perhatian serius,” ujarnya.

Muhaimin menambahkan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah menerbitkan Permendagri No. 16 Tahun 2020 tentang Pedoman Nomenklatur Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Provinsi dan Kabupaten Kota.

“Dengan adanya nomenklatur itu, diharuskan pemadam kebakaran di daerah diwadahi perangkat daerah mandiri atau satu dinas tersendiri,” jelasnya.

Lanjut Muhaimin, kendati dipecah namun dia memastikan dinas BPBD tetap ada di Kota Balikpapan namun tentu dengan penanganan yang berbeda.(*/pr)

Loading