Dari Akses Ekstrem ke Produktif, Wajah Pertanian Gunung Binjai Berubah Drastis

BALIKPAPAN,Swarakaltim.com.                           Kawasan persawahan Gunung Binjai di Kelurahan Teritip, Kecamatan Balikpapan Timur, kini menunjukkan perubahan signifikan. Dari yang sebelumnya dikenal dengan akses sulit dan terbatas, wilayah ini mulai bertransformasi menjadi salah satu titik penguatan pangan lokal di Balikpapan.

Perubahan ini terungkap dalam kegiatan monitoring dan evaluasi yang dilakukan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Balikpapan (DKP3), Jumat (10/3/2026), terhadap pelaksanaan program pertanian tahun anggaran 2025.

Kepala DKP3 Balikpapan, Sri Wahyuningsih, mengatakan evaluasi ini bertujuan memastikan program yang dijalankan benar-benar berdampak langsung bagi petani, baik dari sisi produktivitas maupun kesejahteraan.

“Monitoring ini penting untuk melihat sejauh mana intervensi pemerintah kota memberi hasil nyata di lapangan,” ujarnya, saat dikonfirmasi pada hari Sabtu, 11 April 2026.

Salah satu perubahan paling terasa adalah pembangunan jalan usaha tani sepanjang 2 kilometer. Sebelumnya, akses menuju sawah kerap dikeluhkan petani karena sulit dilalui bahkan tergolong berisiko. Kini, kondisi tersebut berbalik.

Jalan yang telah dibangun membuat mobilitas petani jauh lebih lancar, termasuk dalam mengangkut hasil panen. Aktivitas pertanian pun menjadi lebih efisien dan aman. “Dulu aksesnya cukup ekstrem, sekarang sudah jauh lebih mudah. Ini sangat membantu petani,” jelasnya.

Tak hanya soal akses, rehabilitasi lahan juga memberikan dampak besar. Lahan sawah seluas 14 hektare yang sebelumnya kurang produktif kini berhasil dioptimalkan. Dampaknya, luas tanam meningkat signifikan dari sekitar 26 hektare menjadi 40 hektare.

Capaian ini menjadi sinyal positif dalam upaya memperkuat ketahanan pangan daerah, khususnya di tengah keterbatasan lahan perkotaan.

Selain itu, dukungan berupa bantuan sarana produksi (saprodi) seperti benih dan pupuk juga terus diberikan kepada kelompok tani setiap tahun. Bantuan ini dinilai mampu menjaga keberlanjutan produksi pertanian.

Penguatan sektor ini turut didukung pembangunan jaringan irigasi oleh Dinas Pekerjaan Umum Balikpapan, yang memastikan ketersediaan air tetap terjaga.

Menurut Sri Wahyuningsih, keberhasilan pengembangan pertanian di Gunung Binjai tidak lepas dari sinergi antar perangkat daerah, dalam mendorong pembangunan yang berkelanjutan.

Ke depan, pemerintah kota akan terus melakukan pendampingan dan evaluasi agar hasil yang dicapai tidak hanya bertahan, tetapi juga terus meningkat.

“Harapannya, kawasan ini tidak hanya produktif, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ketahanan pangan Balikpapan,” tutupnya.(Adv Diskominfo Balikpapan)

www.swarakaltim.com @2024