Sepekan Digembleng, Belum Ada yang Gugur: 36 Calon Paskibraka Kutim Tetap Semangat

SANGATTA, Swarakaltim.com — Sepekan lebih menjalani pendidikan dan pelatihan (pusdiklat) yang menguras energi, 36 calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kutai Timur (Kutim) hingga Jumat (7/8) masih bertahan tanpa ada satu pun yang gugur atau menyerah. Para pelajar pilihan dari berbagai sekolah di Kutim itu tetap fokus mengikuti seluruh rangkaian latihan meski harus jauh dari keluarga.

Ketua Panitia Pusdiklat Paskibraka Kutim 2026, Phetty Patia Sari, mengatakan semangat para peserta terlihat tetap terjaga meski jadwal kegiatan cukup padat dan menguras fisik.

“Pengamatan kami, meski berada jauh dari keluarga, mereka tetap semangat mengikuti pusdiklat yang cukup menguras energi,” ungkap Phetty.

Kepada SwaraKaltim.com, Phetty menjelaskan kegiatan peserta sudah dimulai sejak sebelum salat Subuh dan terus berlanjut hingga malam hari. Porsi latihan terbesar diisi dengan baris-berbaris untuk membentuk fisik, disiplin dan kesiapan mental peserta yang akan bertugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8) mendatang.

“Alhamdulillah hingga Jumat (7/8) ini tidak ada peserta yang gugur atau menyerah. Dari pengamatan kami, mereka tampak serius dan bersemangat mengikuti semua jadwal pelatihan selama di pusdiklat,” bebernya.

Menurut Phetty, semangat tersebut tidak hanya terlihat saat menjalani latihan. Suasana kebersamaan juga mulai tumbuh di antara para peserta yang selama berada di asrama harus menjalani berbagai aktivitas secara bersama-sama.

Mereka bahkan mulai menganggap teman-teman sesama peserta sebagai keluarga baru. Hal tersebut terlihat dalam aktivitas sederhana, termasuk saat makan bersama.

“Mereka menunggu apakah sudah siap semua. Kalau ada yang belum siap untuk makan, sedang cuci tangan atau salat, mereka ditunggu untuk makan bersama-sama,” ungkap Phetty.

Ia mengaku ikut merasa dekat dengan seluruh peserta selama proses pendidikan berlangsung. Kondisi setiap peserta, terutama kesehatan, juga menjadi perhatian yang dipantau secara rutin.

“Peserta pusdiklat ini seperti anak-anak saya. Kondisi mereka, terutama kesehatannya, selalu kami pantau rutin,” ujarnya.

Dengan jadwal yang dimulai sejak dini hari hingga malam, daya tahan fisik dan mental menjadi bagian penting dalam proses pembentukan calon Paskibraka. Namun hingga memasuki pekan kedua, seluruh 36 peserta masih menunjukkan semangat dan komitmen untuk menyelesaikan pendidikan hingga bertugas mengibarkan Sang Merah Putih pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. (fan)

www.swarakaltim.com @2024