Budidaya Lele Rutan Tanjung Redeb Panen 50 Kilogram, Dukung Ketahanan Pangan Warga Binaan

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tanjung Redeb mulai merasakan hasil dari pemanfaatan lahan untuk kegiatan produktif. Melalui kerja sama dengan salah satu perusahaan tambang batu bara tertua yang beroperasi di Berau, budidaya ikan lele yang telah berjalan sekitar tiga hingga empat bulan berhasil menghasilkan panen sebanyak 50 kilogram, Selasa (29/9/2026).

Manurut Kepala Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb, Rian Permana, mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memanfaatkan fasilitas yang tersedia agar tidak hanya berfungsi sebagai sarana pendukung, tetapi juga menghasilkan kebutuhan pangan bagi warga binaan.

Menurutnya, dukungan perusahaan diwujudkan melalui penyediaan kolam yang kemudian dikelola pihak Rutan. Sementara proses pemeliharaan, mulai dari pemberian pakan hingga perawatan ikan, dilakukan oleh petugas Rutan secara rutin.

“Alhamdulillah, setelah berjalan sekitar tiga sampai empat bulan, kami sudah bisa melakukan panen sekitar 50 kilogram. Hasilnya juga dimanfaatkan untuk kebutuhan makan warga binaan,” ujar Rian.

Panen tersebut sekaligus menunjukkan bahwa program ketahanan pangan tidak harus dilakukan melalui kegiatan berskala besar. Dengan pemanfaatan fasilitas yang ada dan pengelolaan secara konsisten, lingkungan Rutan dapat menghasilkan sumber pangan yang langsung memberikan manfaat bagi penghuni di dalamnya.

“Jadi saat ini untuk keberlanjutan program menjadi tantangan berikut bagi Rutan. Keberhasilan panen perdana tidak hanya diukur dari jumlah ikan yang dihasilkan, tetapi juga dari kemampuan pengelola mempertahankan siklus budidaya agar dapat kembali menghasilkan panen pada periode berikutnya,” kata Rian.

Ia mengapresiasi keterlibatan pihak swasta yang memberikan dukungan awal melalui penyediaan kolam. Menurutnya, kolaborasi tersebut membuka peluang bagi Rutan untuk mengembangkan kegiatan serupa sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar.

“Dukungan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus mengembangkan kegiatan yang produktif. Harapannya, budidaya ini bisa berjalan terus dan manfaatnya semakin besar bagi warga binaan,” jelasnya lagi.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya Rutan memberikan kegiatan yang memiliki nilai produktif bagi warga binaan. Selain menghasilkan pangan, pengelolaan budidaya dapat menjadi aktivitas yang melatih keterampilan dan membangun keterlibatan dalam kegiatan kerja selama menjalani masa pembinaan.

“Saya berharap kerja sama tersebut dapat terus berkembang sehingga pemanfaatan fasilitas di Rutan tidak berhenti pada satu kali panen. Ke depan, kegiatan ketahanan pangan dapat diperluas melalui pengembangan jenis budidaya maupun peningkatan kapasitas produksi,” tutur Rian sekaligus mengakhiri perbincangan. (Nht/Bintang)

www.swarakaltim.com @2024