
TANJUNG REDEB, Swarakamltim.com – Kekhawatiran terhadap meningkatnya potensi peredaran narkotika di wilayah Kabupaten Berau, khususnya pesisir, menurut Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Berau, Elita Herlina, bukan lagi ancaman terselubung, melainkan masalah nyata yang menuntut langkah serius dan sistematis.
Elita menilai, posisi geografis Berau yang terbuka melalui jalur laut menjadikan daerah ini rentan menjadi pintu masuk barang terlarang. Kondisi tersebut, kata dia, seharusnya menjadi alarm bagi seluruh pemangku kebijakan untuk memperkuat mekanisme pengawasan sejak titik-titik rawan.
“Akses laut kita luas dan mudah disusupi. Jika tidak ada penguatan lembaga sejak sekarang, kita akan terus tertinggal dalam upaya pemberantasan,” ujarnya saat di wawancarai di kantor DPRD Jl Gatot Subroto, Tanjung Redeb, Senin (13/4/2026).
Karena itu, kelemahan paling mendasar yang terletak pada kapasitas institusi penanganan narkotika di tingkat daerah yang masih sangat terbatas harus di sikapi. Mulai dari pencegahan, pendeteksian dini, hingga layanan rehabilitasi, seluruhnya dinilai belum berjalan optimal. Elita menegaskan bahwa tanpa fondasi kelembagaan yang kuat, aparat di lapangan akan kesulitan melakukan tindakan komprehensif.
Dalam wawancara tersebut, Ketua Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) itu juga mendorong pihak terkait di tingkat provinsi untuk segera menindaklanjuti kebutuhan penguatan struktur dan kewenangan, agar koordinasi lintas lembaga dapat berjalan terarah. Menurutnya, penanggulangan narkotika tidak bisa hanya mengandalkan operasi sesaat, tetapi harus dibangun melalui sistem yang terpadu dan berkelanjutan.
“Kita butuh dukungan yang jelas dan terstruktur. Tanpa itu, upaya penanganan di Berau akan terus berjalan setengah. Pencegahan dan rehabilitasi yang seharusnya menjadi garda awal pun belum ditopang fasilitas yang memadai,” tegasnya.
Elita berharap Pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya tidak menunda langkah konkret. Ia menilai bahwa ancaman narkotika sudah menyentuh level yang patut dikhawatirkan dan tidak boleh dibiarkan berkembang tanpa intervensi yang kuat. “Jika kita tidak bergerak sekarang, dampaknya akan jauh lebih luas dan sulit dikendalikan,” pungkasnya. (Adv/Nht/Bin)