Serap Tenaga Kerja Lokal Dengan Optimalkan BLK

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Sebagai upaya strategis untuk meningkatkan kualitas dan serapan tenaga kerja lokal di wilayah Kabupaten Berau, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) menekankan, Pemerintah daerah melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yakni Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) untuk mengoptimalkan keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK).

“Kami menilai BLK sangat penting dalam menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja. Komposisi tenaga kerja di daerah kita tercinta ini masih didominasi oleh tenaga kerja dari luar daerah. Sementara tenaga kerja lokal baru mencapai sekitar 60 persen,” ungkap Anggota Komisi I DPRD Berau, Thamrin saat berbincang di kantornya Jl Gatot Subroto, Tanjung Redeb baru baru ini.

Tambah Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, bahwa kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kualitas dan keterampilan tenaga kerja lokal, agar mampu memenuhi kebutuhan industri yang ada di daerah. BLK memiliki peran penting dalam memberikan pelatihan dan peningkatan kapasitas tenaga kerja, sehingga dapat menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri.

“Kalau tenaga kerja kita memiliki keterampilan yang memadai, tentu perusahaan akan lebih memprioritaskan tenaga local. BLK ini harus benar-benar difungsikan dengan baik, agar bisa mencetak tenaga kerja yang siap pakai,” ujarnya lagi.

Lanjutnya, dengan pengoperasian BLK secara optimal, serapan tenaga kerja lokal dapat meningkat hingga mencapai 80 persen atau bahkan lebih. DPRD telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung operasional BLK, termasuk melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat melalui kementerian terkait. Namun demikian, dia menegaskan bahwa kewenangan pengoperasian BLK berada di pihak eksekutif, sementara DPRD berperan dalam mendorong serta melakukan fungsi pengawasan.

“Kalau BLK ini berjalan dengan baik, kita harapkan tenaga kerja lokal bisa meningkat hingga 80 persen. Kami sudah mengajukan ke pemerintah pusat, mudah-mudahan bisa segera terealisasi dan BLK bisa difungsikan. Kami dari DPRD mendorong agar BLK ini segera difungsikan, karena ini sangat penting bagi masyarakat,” tuturnya.

Thamrin juga menyoroti bahwa peningkatan kualitas tenaga kerja lokal tidak hanya berdampak pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. Ditambah lagi keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu tantangan dalam pelaksanaan program pembangunan, termasuk dalam pengembangan sektor ketenagakerjaan.

“Dengan demikian, kalau tenaga kerja lokal terserap lebih banyak, tentu akan berdampak pada peningkatan ekonomi Masyarakat. Anggaran kita saat ini cukup terbatas, jadi harus benar-benar dimanfaatkan secara optimal dan tepat sasaran. Kita harus memaksimalkan apa yang ada, sambil terus mencari dukungan dari pusat,” katanya.

Beliau berharap dengan adanya dukungan dari pemerintah pusat serta pengelolaan anggaran yang tepat, program-program peningkatan tenaga kerja dapat berjalan dengan baik. Oleh sebab itu, mengapa dirinya berharap BLK dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas dan daya saing tenaga kerja lokal di Kabupaten Berau.

“Kita ingin masyarakat lokal lebih berdaya, memiliki keterampilan, dan mendapatkan kesempatan kerja yang lebih besar di daerahnya sendiri,” pungkasnya. (Adv/Nht/Sof)

www.swarakaltim.com @2024