Walikota Tetapkan Status Siaga Darurat Banjir

Loading

Jaang: Penanganan Di Lapangan Sama dengan Tanggap Darurat

SAMARINDA, Swarakaltim.com – Setelah meninjau langsung beberapa titik banjir akibat hujan lebat beberapa hari terakhir di Kota Samarinda, Walikota Samarinda Syaharie Jaang, Rabu (15/1/2020) langsung memimpin rapat koordinasi dan menetapkan Status Siaga Darurat.

Dalam rapat koordinasi ini walikota didampingi Wakil Walikota Muhammad Barkati dan Plh Sekda Tejo Sutarnoto dengan dihadiri Kadis Sosial Ridwan Tasa, Kadis Damkar Nursan, Plt Kepala BPBD Hendra, Kabag Kesra Abdul Jami dan Kepala OPD terkait lainnya terkait di ruang VIP Anjungan Karamumus Balaikota Samarinda.

“Memang setelah saya turun langsung ke lapangan saya tangkap banyak permintaan nasi bungkus dan lainnya intinya masyarakat yang terdampak banjir saat ini sangat membutuhkan makanan. Tetapi kalau saya pikir memang wajar saja bagi korban terdampak banjir sangat membutuhkan itu. Bila sesuai kondisi dilapangan segera kita distribusikan bantuan berupa beras dari Provinsi Kaltim. Selain itu segera kita suplai bantuan untuk dapur umum atau posko–posko banjir Kota Samarinda,” ucap Jaang memberikan arahan.

Dalam situasi sebutnya semua harus bersatu padu bahu membahu untuk bersama membantu dan komunikasi terus selalu dijaga.

“Saya putuskan Keluarkan SK Status Siaga Darurat untuk banjir kota Samarinda. Tetapi meski hanya siaga darurat penanganan di lapangannya sama dengan status tanggap darurat,” jelas Jaang.

Secara rinci Plt Kepala BPBD Hendra menjelaskan status keadaan darurat ada 3 fase, pertama siaga darurat, kedua tanggap darurat dan ketiga pemulihan.

“Karena banjir di Kota Samarinda masih terlokalisir dan Daerah kiri kanannya sebagai penyangga serta pemerintahannya masih berjalan normal. Sehingga kita tidak bisa semena–mena langsung menentukan status tanggap darurat. Kalaupun statusnya masih siaga darurat tetapi penangannya sudah sama seperti tanggap darurat. Sehingga kita tidak menggunakan dana dari BPBD tetapi kita menggunakan sumber yang ada sehingga dari OPD – OPD lainnya, Peternakan, Bulog dan lainnya bisa masuk,” terang Hendra.

Ditegaskan Hendra penanganannya menggunakan kekuatan lintas OPD, termasuk CSR dan relawan.

“Besok (hari ini, red) kita akan distribusikan CSR beras dan telur ke dapur umum,” beber Hendra. (dho)