Tekan Harga Pangan dan Stunting, Bupati Berau Minta Seluruh OPD Perkuat Kolaborasi

TANJUNG REDEB, Swarakaltim.com – Upaya menekan angka stunting di Kabupaten Berau kembali menjadi perhatian Pemerintah daerah. Karena, pengendalian stunting tidak dapat dipisahkan dari kebijakan dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pangan bagi masyarakat di lapangan.
“Memang salah satu tantangan yang masih dihadapi pemerintah daerah dalam percepatan penurunan stunting adalah memastikan keluarga, khususnya yang berada pada kelompok rentan, memiliki akses terhadap bahan makanan bergizi dengan harga yang terjangkau,” ungkap Bupati Bumi Batiwakkal, Sri Juniarsih Mas dalam kesempatan wawancara langsung di kantor Bupati Jl APT Pranoto, Kercamatan Tanjung Redeb baru baru ini.
Karena itu tambah Bupati, berbagai program yang melibatkan distribusi pangan murah akan terus diperkuat sebagai bagian dari strategi meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Strategi yang dilakukan dengan penyediaan ikan, sayur-mayur, dan kebutuhan pokok lainnya dengan harga yang lebih rendah dibanding harga pasar menjadi langkah konkret yang dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan nutrisi sehari-hari.
“Program tersebut kami nilai penting mengingat stunting tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan, tetapi juga dipengaruhi kemampuan ekonomi masyarakat dalam memperoleh pangan bergizi. Persoalan stunting tidak bisa diselesaikan hanya oleh sektor kesehatan. Hal ini membutuhkan keterlibatan banyak pihak, termasuk bagaimana pemerintah mampu menghadirkan pangan bergizi yang mudah dijangkau masyarakat,” ujar Beliau lagi.
Sri Juniarsih menilai kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) menjadi kunci utama dalam mewujudkan target penurunan stunting. Setiap instansi diminta mengambil peran sesuai bidang tugas masing-masing, baik melalui pelayanan kesehatan, edukasi keluarga, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga dukungan terhadap penyediaan bahan pangan murah.
“Pendekatan yang dilakukan harus menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Tidak hanya menyediakan layanan kesehatan, tetapi juga menciptakan kondisi yang memungkinkan keluarga memperoleh asupan gizi yang cukup bagi anak-anak mereka,” tutur Orang nomor satu di Berau itu.
Lanjut Sri Juniarsih, oleh sebab itu, berbagai kegiatan yang berkaitan dengan pangan murah dan kampanye hidup sehat harus dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemenuhan gizi keluarga. Dirinya berharap langkah tersebut mampu memberikan kontribusi nyata terhadap penurunan angka stunting di daerah yang hingga kini masih menjadi salah satu fokus pembangunan daerah.
“Kami yakin, dengan dukungan seluruh OPD dan partisipasi masyarakat, Pemerintah daerah optimistis berbagai program yang dijalankan dapat meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda sekaligus memperkuat ketahanan keluarga. Sekaligus memastikan masyarakat memperoleh manfaat yang nyata, terutama dalam upaya meningkatkan kesehatan keluarga dan menekan angka stunting di Berau,” papar Petinggi di Bumi Batiwakkal tersebut. (Nht/Bin)

www.swarakaltim.com @2024