Unmul Dorong Hilirisasi Sorgum di Kukar, Biji Mentah Disulap Jadi Biskuit dan Bubur Instan

KUTAI KARTANEGARA, Swarakaltim.com – Universitas Mulawarman (Unmul) mendorong hilirisasi komoditas sorgum di Desa Loa Duri Ulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Melalui program pengabdian kepada masyarakat, biji sorgum yang selama ini lebih banyak dijual dalam bentuk mentah kini mulai diolah menjadi produk pangan bernilai tambah berupa biskuit dan bubur premiks siap masak.

Program bertajuk “Transformasi Rantai Nilai Sorgum melalui Model Nutri-Preneurship Berbasis Community-Based Participatory Research (CBPR) untuk Peningkatan Ketahanan Pangan dan Kesehatan Masyarakat di Desa Loa Duri Ulu” tersebut menyasar anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Harapan Mandiri sebagai pelaku utama hilirisasi di tingkat desa.

Koordinator program, Ummi Khuzaimah, S.Gz., M.Si., menjelaskan sorgum dipilih karena memiliki keunggulan agronomis dibandingkan sejumlah komoditas pangan lainnya. Tanaman ini relatif tahan terhadap kekeringan dan mampu tumbuh di lahan marginal.

Namun, potensi tersebut selama ini belum sepenuhnya diikuti kemampuan pengolahan di tingkat masyarakat. Akibatnya, sorgum lebih banyak dipasarkan sebagai biji mentah dengan nilai ekonomi yang masih relatif rendah.

Melalui program tersebut, tim Unmul memperkenalkan teknologi tepat guna kepada anggota KWT, mulai dari oven gas, mixer, ayakan tepung berukuran 60–100 mesh, blender atau grinder, alat pencetak biskuit, alat press hingga vacuum sealer.

Peralatan tersebut digunakan dalam seluruh rantai produksi, mulai dari pengolahan biji sorgum menjadi tepung hingga pengemasan produk akhir.

Dari proses tersebut, biji sorgum yang sebelumnya hanya dijual mentah kini dapat diolah menjadi tepung dan dikembangkan menjadi dua produk turunan, yakni cookies serta bubur premiks ready-to-cook.

Cookies dikembangkan karena praktis dikonsumsi dan memiliki masa simpan yang lebih panjang. Sementara bubur premiks dihadirkan sebagai alternatif pangan berbahan sorgum yang lebih lembut, praktis dan mudah disiapkan.

Pendampingan tidak berhenti pada kemampuan produksi. Anggota KWT juga dibekali standar operasional produksi (SOP), pengetahuan gizi, standardisasi mutu hingga penyusunan rencana bisnis.

Langkah tersebut diarahkan agar produk yang dihasilkan tidak hanya berhenti sebagai hasil pelatihan, tetapi memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha yang berkelanjutan dan mampu bersaing di pasar.

“Tujuan utama pendampingan ini bukan sekadar menghasilkan produk, tetapi membangun kemampuan masyarakat untuk mengelola dan mengembangkan usahanya sendiri,” kata tim pendamping program sebagaimana dikutip dari rilis kegiatan.

Program ini melibatkan sedikitnya 28 anggota KWT Harapan Mandiri. Pelaksanaannya juga mendapat dukungan dari perangkat Desa Loa Duri Ulu serta penyuluh dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kegiatan dilaksanakan Ummi Khuzaimah bersama tim dosen yang terdiri dari Riska Mayang Saputri Ginting, S.Gz., M.Kes.; Adhian Dini Khoirina, S.TP., M.TP.; dan Agustin Putri Rahayu, S.Gz., MPH, serta sejumlah mahasiswa pendamping.

Program pengabdian kepada masyarakat tersebut mendapat dukungan Hibah Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Tahun 2026, dengan Nomor Kontrak Induk 162/C3/DT.05.00/PM/2026 dan Nomor Kontrak Turunan 665/DST/UN17.L1/PM.01.01/2026.

Dengan hadirnya cookies dan bubur premiks ready-to-cook berbahan dasar sorgum, Desa Loa Duri Ulu diharapkan tidak hanya menjadi wilayah penghasil bahan baku, tetapi juga mampu mengembangkan produk pangan olahan dengan nilai ekonomi lebih tinggi.

Inisiatif tersebut sekaligus menjadi contoh bagaimana hilirisasi komoditas pertanian dapat dilakukan dari tingkat desa melalui penguatan kapasitas masyarakat, pemanfaatan teknologi tepat guna dan pengembangan kewirausahaan berbasis pangan lokal.(*sk)

www.swarakaltim.com @2024